RESUME : Sejarah dan Kebutuhan E - Learning

     E-learning atau Pembelajaran Jarak Jauh atau Pembelajaran Elektronik, yang pada dasarnya adalah alat bantu (penunjang) untuk mengatasi masalah keterbatasan jarak, waktu, biaya dan tenaga pengajar. E-learning bukan sama sekali menghilangkan tenaga pengajar dan interaksi dalam belajar yang mungkin sebagian orang takutkan atau khawatirkan.

    Dan jauh sebelum teknologi internet diluncurkan, kursus jarak jauh sudah ditawarkan untuk memberikan siswa pendidikan pada mata pelajaran atau keterampilan tertentu. Pada 1840-an Ishak Pitman mengajar murid-muridnya melalui korespondensi atau surat menyurat yang dikirim melalui kantor pos.

Saat ini, bagaimana memperlakukan teknologi pembelajaran elektronik (e-learning) dalam hal belajar mengajar?

Untuk memahami pertanyaan di atas, mari kita melihat awal mulai dari pemanfaatan pembelajaran elektronik (e-learning) ini.

1.      Pelatihan Berbasis Komputer (CBT)

E-learning pertama kali dimulai oleh Universitas Illinois, Urbana-Champaign pada tahun 1960 dengan menggunakan Sistem Instruksi Berbasis Komputer (Computer-Assisted Instruction) yang dijalankan di komputer PLATO, diciptakan oleh Profesor Don Bitzer.

Sejak saat itu, tahun 1990, era CBT (Computer-Based Training) atau Pelatihan Berbasis Komputer mulai bermunculan. Aplikasi E-learning dikemas dalam bentuk CD-ROM, dijalankan di Komputer Personal (PC) Standalone. Isi materi dapat berupa tulisan maupun multimedia (Foto, Ilustrasi, Audio, Animasi dan Video).

2.      Sistem Manajemen Pembelajaran (LMS)

Sistem Manajemen Pembelajaran atau Learning Management System (LMS) mulai muncul seiring dengan perkembangan teknologi internet pada tahun 1997. Kebutuhan informasi yang dapat diperoleh dengan mudah dan cepat sudah menjadi suatu kebutuhan. Ruang dan waktu ini sudah bukan masalah lagi.

Perkembangan LMS makin pesat dengan berbagai pemikiran baru yang selalu diperbaharui untuk membuat e-learning semakin efektif dan efisien. Oleh karena itu LMS harus mengikuti suatu standar sehingga aplikasi e-learning tidak punya masalah dengan interoperability, sehingga bisa dijalankan di berbagai sistem yang berbeda. Serta diharapkan LMS bisa saling integrasi dan berbagi informasi satu sama lain, dan tentu perlu dibuat standarisasinya, anda bisa memilih menggunakan AICC (Airline Industry CBT Commetee), IMS, SCORM, IEEE LOM, ARIADNE, dsb.

Tahun 1999, LMS mulai dikembangkan secara total melalui media berbasis web, tidak hanya dalam belajar mengajar saja, tetapi sampai mengelola urusan administrasidokumentasi, tracking, dan laporan. Juga saat ini, sudah mampu berkolaborasi dengan berbagai Platform Video Conference, Video Streaming, Chatbot Artificial Intelligence, dsb.

 

3.      Interaksi dengan Tenaga Pengajar melalui Internet

Dengan adanya koneksi internet, materi bisa disampaikan secara online seperti tampilan akademi baba studio di atas. Dan interaksi dengan Tenaga Pengajar bisa melalui chatting selama jam tertentu.

 

Perkembangan e-Learning sejak 1924

Semenjak Google dan Facebook merubah prilaku orang dalam belajar, istilah Social Online Learning juga mulai tercipta dengan sendirinya. Bahan pelajaran, baik itu yang baik atau buruk bercampur aduk tanpa ada sistematika yang jelas. Setiap orang bisa memilih mana yang ingin diketahui sesuai kesadarannya pada saat itu. Jutaan konten dapat tercipta setiap detik yang dapat kita konsumsi melalui genggaman tangan, melalui handphone.

Mari kita lihat sejarahnya, dimulai pada tahun 1924, Mesin pengujian pertama diciptakan. Perangkat ini memungkinkan siswa untuk menguji dirinya sendiri. Kemudian, pada 1954, BF Skinner, seorang profesor Harvard, menciptakan “mesin pengajar”, yang memungkinkan sekolah untuk mengelola instruksi program bagi siswa mereka. Namun tidak sampai tahun 1960 program pelatihan berbasis komputer pertama diperkenalkan ke dunia. Program pelatihan berbasis computer (atau program CBT) ini dikenal sebagai PLATO-Programmed  Logic  for Automated Teaching Operations (logika terprogram untuk operasi pengajaran otomatis). PLATO awalnya dirancang untuk siswa yang belajar di University of Illinois, tetapi akhirnya digunakan di sekolah-sekolah di seluruh wilayah Illinois. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME : 4 KELEBIHAN DAN KEKURANGAN E-LEARNING

RESUME : Pemanfaatan Meda Sosial untuk Pembelajaran